Strum Otak
Ketika ide menyetrum seseorang terdengar mengerikan, sepertinya seorang fisikawan Cincinnati yakni Dr. Roberts Bartholow tidak sependapat. Roberts justru berusaha mengirimkan arus listrik langsung ke otak pasiennya. Pada tahun 1847, Roberts menghobati pasiennya bernama Mary Rafferty yang menderita kelainan di tengkoraknya. Dengan ijin Mary, Roberts memasukkan elektroda langsung ke otak dan mengalirkan arus listrik. Roberts melakukannya selama 4 hari, awalnya Mary baik-baik saja namun akhirnya dia menjadi mudah gelisah, koma, dan akhirnya meninggal. Karena itu Roberts diusir dan menetap di Philadelphia sampai akhrinya menjadi posisi tinggi melakukan pengajaran di Institut Medis Jefferson.Mengeraskan Kulit
Ahli Dermatologi, Albert Kligman menjalankan program percobaan yang komprehensif kepada para narapidana penjara Holmesburg pada tahun 1960-an. Dalam salah satu percobaan, Angkatan Darat Amerika Serikat menjadi sponsor di mana mereka mencari cara untuk bisa mengeraskan kulit. Secara teori, kulit yang lebih keras akan melindungi tentara dari iritasi kimia saat berada dalam pertempuran.
Kligman memakai berbagai bahan kimia untuk penelitiannya dan memulai mencari kelinci percobaan yakni para narapidana. Para 'korban' tidak diperitahu saat terlibat awalnya, bisa ditebak, ramuan yang dibuat Kligman membuat banyak dari mereka mengalami kulit melepuh dan luka bakar parah. Kegemparan publik memaksa Kligman menghentikannya.
Transplantasi Testis
Leo Stanley adalah seorang dokter kepala di penjara San Quentin pada 1913-1951 yang memiliki teori gila yakni dia percaya jika laki-laki yang melakukan tindak kejahatan memiliki tingkat testosteron rendah dan menurut Leo, jika kadar testosteron ditingkatkan maka akan mengurangi tindak kejahatan.
Untuk mengujinya, Leo melakukan serangkaian operasi gila di mana dia melakukan pembedahan dan transplantasi testis dari penjahat yang tewas dieksekusi kepada tahanan yang hidup. Karena kurangnya testis manusia, Leo bahkan memakai testis hewan dan mengolahnya menjadi cairan untuk disuntikkan ke dalam kulit tahanan. Pada tahun 1922, Leo mengakui dia telah melakukan operasi gila ini kepada 600 narapidana.
Eksperimen Sifilis
Pada tahun 2010, sebuah percobaan sifilis yang tidak etis terungkap ketika seorang profesor mempelajari Studi Tuskegee yang tidak terkenal dan menemukan bahwa ada organisasi kesehatan yang melakukan hal gila di Guatemala. Hal ini membuat Gedung Putih melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa ada 1.300 orang Guatemala sengaja terinfeksi sifilis pada tahun 1946.
Penelitian ini berlangsung 2 tahun bertujuan untuk mengetahui apakah antibiotik yang ditemukan efektif untuk penderita sifilis. Para peneliti disebutkan membayar pelacur untuk menyebarkan menyakit kepada tentara, narapidana, dan pasien jiwa. Dilaporkan 83 orang meninggal karena percobaan gila ini.
Operasi Kelamin Tanpa Bius
J. Marion Sims dihormati banyak orang karena menjadi pelopor ginekologi Amerika. Sims pernah melakukan bedah ekstensif kepada beberapa budak perempuan Afrika-Amerika selama tahun 1840-an. Penelitian selama 3 tahun itu fokus pada fistula vesikovaginal yakni kondisi tak normal pada saluran kandung kemih dan vagina. Gilanya, Sims melakukan operasi kepada pasiennya itu tanpa dibius.
Seorang pasien yakni Anarcha melakukan 30 kali operasi sampai akhirnya Sims mendapatkan hasil penelitian gilanya. Namun sepertinya tak hanya itu hal gila yang pernah dilakukan Sims, dia pernah mencoba menyembuhkan bayi seorang budak yang menderita Trismus dengan cara menusuk tengkoraknya.
Seorang pasien yakni Anarcha melakukan 30 kali operasi sampai akhirnya Sims mendapatkan hasil penelitian gilanya. Namun sepertinya tak hanya itu hal gila yang pernah dilakukan Sims, dia pernah mencoba menyembuhkan bayi seorang budak yang menderita Trismus dengan cara menusuk tengkoraknya.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar